Melatih Mandiri dan Berani

Assalamualaikum … Wr Wb

Ketika kita melihat siswa di kelas mandiri dan berani menunjukkan kreativitas mendemonstrasikan keterampilannya atau mengerjakan soal matematika dengan tenang dan benar, tentu akan ada perasaan senang,sebab mengajar bukan hanya proses mentransfer ilmu dari guru kepada siswanya lebih dari itu melatih mandiri dan berani mencoba setiap soal yang diberikan guru termasuk salah satunya. Memang mandiri dan berani bukan hanya bermanfaat sesaat tetapi akan bermanfaat juga ketika menghadapi berbagai hal. Anak yang mandiri biasanya berani dan anak yang berani tidak semuanya mandiri. Manfaat melatih mandiri dan berani memang banyak keuntungannya, berikut ini beberapa manfaatnya;

Belajar menganalisa

Jika anak terbiasa untuk mandiri dan berani, dia akan berkembang kemampuan untuk menganalisa suatu kejadian. Dia akan memahami sesuatu dari akibat, sebab-akibat, aksi reaksi, dan sebagainya. Meskipun didalam pemikiran yang sederhana (tentunya ini sangat sesuai terutama matematika).

Bertanggung jawab

Manfaat yang lainnya adalah tumbuhnya sifat untuk lebih bertanggungjawab, seperti melatih anak untuk meletakan peralatan setelah selesai kegiatan belajar mengajar. Aktifitas ini dapat mendidik si anak untuk mandiri dan sekaligus melatih anak untuk bertanggungjawab agar peralatan terpelihara keberadaannya.

Mengembangkan daya tahan mental

Seorang anak sejak lahir dia telah mempunyai insting untuk berekplorasi, seperti ketika dia melihat sesuatu atau seperti mencari sesuatu. Tetapi kadang-kadang kita membatasi ‘kegiatan’ tersebut, jika kita bisa memahaminya, si anak dapat mandiri dan berani serta dapat meningkat daya tahan mentalnya. So … biarkan dia berkreasi … (tentunya yang positif …🙂 )

Life skill

Life skill biasanya akan lebih terasa ketika dia telah besar atau dewasa. Mandiri dan berani merupakan salah satu pondasi dari life skill itu, jika kita telah melatihnya ketika sejak awal (masa sekolah), manfaat yang diperoleh akan dirasakan jangka pendek dan panjang.

Mengembangkan pikiran kritis

Anak yang mandiri dan berani akan mampu mengelola permasalahannya sendiri sehingga pikiran kritis pun akan tumbuh. Tetapi jika anak terlalu dekat dengan orang tuanya, ada kalanya berkembang menjadi individu yang kurang mandiri dan atau kurang berani, ketika dia menghadapi permasalahannya, dia akan ‘menuntut’ orang tua atau orang sekitarnya untuk menyelesaikannya untuk dia. … Jadi kita harus bijaksana memilih dan memilah dalam memberikan pertolongan tentunya …🙂

Semoga bermanfaat … dan anak-anak kita menjadi pribadi yang berani dan mandiri … sarat dengan IPTEK dan IMTAQ … Aamiin.

Catatan :

Berani dan Mandiri memang harus dimiliki oleh setiap orang …🙂 bukan hanya siswa … sehingga ketika kita menghadapi hal yang darurat kitapun bisa memilih dan memilah sikap dalam menghadapinya …🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: