Ketika Hatiku … Lelah

Berhenti sejenak …

“Bukan berarti lantas patah langkah dan menghalau tujuan. Mengisi kekuatan dan introspeksi diri. Karena manusia …, bukan batu karang yang tetap berdiri meski diterjang ombak. Karena manusia …, bukan gunung tinggi yang tetap kokoh meski diterpa angin kencang”...

Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini. cobalah ambil sedikit untuk mengerti makna didalamnya.

  1. Do’a bukanlah “Ban serep” yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi “kemudi” yang menunjukkan arah yang tepat.
  2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil ? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
  3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.
  4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
  5. Teman lama adalah emas ! Teman baru adalah berlian ! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas ! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
  6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata ” Tenang sayang, itu hanyalah bengkokan, bukan akhir !
  7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
  8. Seorang buta bertanya pada St. Anthony : “Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata ?” Dia menjawab : “Ya ada, kehilangan visimu !”
  9. Ketika kamu berdo’a untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendo’akanmu.
  10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.

Tuhan tidak memberikan masalah yang lebih besar daripada kemampuan kita untuk menyelesaikannya.

Menunda tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah, adalah perilaku yang mengijinkan masalah itu tumbuh lebih besar daripada kemampuan kita.

Suka atau tidak suka, masalah adalah perintah untuk segera bekerja menuju keadaan yang kita sukai…🙂

    Pilihan ada Pada Kita Sendiri …🙂

    Bagaimana kita menghadapi hidup? semua tergantung dari mana kita bisa memandang dan melihat sesuatu …🙂

    Ada cerita tentang dua buah Ember kayu di sebuah sumur. Yang satu selalu merasa sedih, dan tidak berhenti-hentinya mengeluh. Ia selalu mengeluh tentang orang2 yang datang ke sumur hanya untuk memanfaatkannya untuk mengambil air dari dalam sumurnya dan kemudian pergi meninggalkannya begitu saja. Ia selalu mengeluh – mengeluh dan mengeluh …. ketika orang2 datang, dia sudah berpikir jelek tentang orang2 itu karena menggunakan dirinya untuk mengambil air dari dalam sumur. Menceburkannya ke dalam air yang dingin dan sumur yang gelap, menariknya keatas, Ia pun harus membawa beban yang berat dan kemudian air yang dibawanya pun harus dibawa pergi, kemudian dirinya hanya kembali di jemur di atas sumur sampai ada yang mengunakannya lagi. Kepanasan membuat tubuhnya kering kerontang dan semakin panjang pula keluh kesahnya…

    Sedang Ember Kayu yang satunya lagi selalu merasa bahagia, dan selalu bersyukur dengan apa yang didapatkannya. Ketika ada orang-orang yang datang ke sumur tersebut, ia akan bahagia sekali karena ia dapat membantu mereka melayani kebutuhan orang banyak yang membutuhkan air dalam hidupnya. Ketika tubuhnya basah dengan air yang dingin ia pun bersyukur akhirnya tubuhnya dapat mandi setelah sekian lama kering berada di atas sumur, dan berdoa semoga air yang dibawanya keatas dapat digunakan oleh banyak orang, lalu dengan suka cita ia memberikan dengan tulus air itu untuk dibawa pergi oleh mereka yang memerlukan. Ketika dirinya di jemur kembali di atas sumur, ia pun bersyukur karena masih ada mentari yang menghangatkan dirinya setalah basah dan masuk ke dalam sumur yang lumayan dingin. Ia pun masih bisa mendengarkan suara burung2 yang bernyanyi riang gembirA, awan putih bersih yang selalu tersenyum padanya, rumput2 yang hijau yang selalu berdansa untuknya, dan semua hewan yang lalu lalang di depannya. Ia bersyukur karena hidup ini begitu indah. walau hanya sebagai sebuah ember kayu di sumur tetapi ia telah dapat memberikan banyak arti dan sumbangsih bagi siapapun yang membutuhkan.

    Sumur adalah tempat kita saat ini, air adalah bentuk sesuatu yang kita miliki, dari kelebihan kita, ilmu, tenaga, materi, nasihat dan lainnya yang bisa kita berikan kepada orang lain. kita sendiri mau menjadi siapa hanya diri sendiri yang menentukan mau mengeluh dan marah-marah terus setiap hari, tidak pernah puas dan negatif thinking setiap hari? atau mau berubah menjadi sosok yang ceria, yang riang dan selalu bersyukur karena dapat memberikan sesuatu kebahagiaan walau pun kecil kepada orang lain? Pilihan ada di tangan kita sendiri…:)

    Menyadari kehidupan itu begitu berarti, dan begitu penting. bahwa kita tidak hidup sendiri, maka berbagilah kebahagiaan pada orang lain, maka kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia ini …🙂

    Begitu mulianya nilai sebuah keikhlasan,  Ia ibarat modal,Dengannya, yang berat menjadi ringan, yangg sulit menjadi mudah, dan pahala berlimpah. Subhanallah .‌…

    Sumber

    “Sebaik2 Manusia adalah yang bisa memberi banyak manfaat untuk orang lain “…🙂

    Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni’mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.

    2 Tanggapan

    1. assalamu’alaikum wr wb

      wah subhanallah ya bu… indah klo selalu ikhlas tapi itu perlu usaha tinggi.. he ^_^

      like this :
      Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu kesempurnaan ni’mat pada segala perkara dan mensyukuri-Mu atasnya, sehingga Engkau ridha dan sesudah ridha itu lalu aku mohonkan pula kepada-Mu untuk memilih segala apa yang boleh dipilih dan dengan segala kemudahannya, bukan yang sulit lagi sukar dikerjakannya. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia.

      • bagus bgt kisahnya.. saling mengingatkan dlm kebaikan.. msh ada org yang kurang bersyukur dan terlalu mengejar ambisi sampai jd egois dan bukannya bermanfaat untuk org lain malah memanfaatkan orang lain

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: