Mencoba Bijaksana Terhadap Kritikan

Assalamualaikum … Wr Wb

“Amatlah mudah melihat kesalahan orang lain, namun sangatlah sulit melihat kesalahan sendiri. Kesalahan orang lain dibeberkan seperti menampi dedak tetapi kesalahan sendiri disembunyikan seperti pemburu burung unggas yang menutupi dirinya dengan ranting pohon…”.

Kritikan selain menyakitkan juga bisa menjatuhkan harga diri seseorang. Pada dasarnya, tiada seorangpun yang senang dikritik, baik yang sifatnya “kontruktif” apalagi “destruktif”. Penyebabnya, tiada lain adalah keegoisan, bagi yang telah terlepas dari belenggu keegoisan, kritikan akan membuat dirinya waspada.

Beberapa kiat untuk menghadapi kritikan : …

  1. Senantiasa ceria dan optimis disetiap aktivitas. Sadari bahwa kritikan tidaklah selalu negatif atau merugikan. Jika merugikan, … anggaplah kasih sayang yang diberikan seseorang terhadap kita,bersikap ceria dan optimis serta jangan terprovokasi.
  2. Senantiasa menjaga perasaan orang lain. Jika dikritik renungkan, mengapa hal ini bisa terjadi?
  3. Senantiasa merendah dan berani serta mau mengakui keunggulan orang lain. Setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan, dengan menyadari hal ini, hendaknya kritikan, diasumsikan sebagai obat, yang awalnya pahit tetapi akhirnya adalah manis. Janganlah sombong atas kelebihan yang dimiliki, ….:(
  4. Senantiasa senang bekerja sama dan bersemangat.
  5. Senantiasa toleransi kepada siapapun juga. Tanpa adanya toleransi maka seseorang akan sukar berkomunikasi atau bekerjasama dengan orang lain. Pemaksaan kehendak dalam bentuk apapun juga, efeknya adalah destruktif.
  6. Senantiasa tidak mengkritik dan mengumpat orang lain. Sulit …?🙂

 

  • Tutur kata lemah lembut dan tidak kasar.
  • Tutur kata tanpa adanya niat jahat/bukan hanya basa basi.
  • Tutur kata senantiasa dipenuhi dengan perdamaian dan kebahagiaan.
  • Tutur kata senantiasa bermanfaat dan tepat pada waktunya diutarakan.

Kesimpulan
Bagi yang kurang paham, kritikan adalah sesuatu yang menyakitkan dan sudah seharusnya disingkirkan atau dimusnahkan. Tetapi bagi yang memahaminya maka kritikan itu bagaikan :

  • Alat untuk mendeteksi kekurangan diri.
  • Obat untuk tafakur diri.
  • Percikan untuk memotivasi semangat.
  • Sumber inspirasi bagi kreatifitas dan inovasi.
  • Media menapak dan menuju kemasa depan yang lebih cemerlang.

Semoga bermanfaat …🙂

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: