Tips Berwisata di Yogya …

Assalamualaikum …

1. Awas Copet!!!
Terutama ketika anda dalam keramaian di Jl. Malioboro, berhati-hatilah dengan dompet anda. Simpan di tempat yang aman, di dalam tas, di saku celana depan atau tinggalkan barang-barang yang berharga di kamar hotel dan membawa bekal secukupnya saja. Jangan memperlihatkan barang-barang berharga seperti perhiasan yang mencolok, handphone, dll karena akan menarik perhatian pencopet …

2. Di Objek Wisata
– Pedagang Asongan
Baik ketika anda akan memasuki Borobudur, Kraton, dan objek lainnya biasanya anda akan “diserbu” oleh pedagang asongan dengan macam-macam dagangannya. Kalau anda tidak tertarik atau tidak berniat membeli jangan coba-coba menawar. Lebih baik tinggalkan saja dengan baik-baik dan tidak usah dipedulikan
– Siapkan Uang Receh
Apabila suatu saat anda dihampiri oleh segerombolan anak jalanan, pengemis maupun pengamen, anda lebih baik merelakan uang receh Rp 100,- atau Rp 200,- daripada harus dibuat risih oleh ulah mereka
– Dilarang Merokok
Terutama di dalam Kraton, anda tidak diperkenankan untuk merokok dan berperilaku/berpakaian yang kurang sopan

3. Becak
Suatu saat apabila anda memerlukan pergi jalan-jalan keliling kota, anda bisa menggunakan transportasi becak. Harga harus anda tawar, apalagi kalau Si Tukang Becak tahu anda adalah wisatawan yang dianggap belum tahu keadaan Jogja, anda akan dipukul dengan tarif yang tinggi. Tanyakan kepada petugas hotel atau guide anda apabila anda ingin bepergian dengan becak maupun transportasi lainnya
Selain hal tersebut diatas, jangan terpengaruh dengan tawaran para tukang becak untuk mengantarkan anda membeli oleh-oleh seperti Bakpia, Kaos Dagadu, dsb.

4. Makanan Khas
Makanan khas Jogja adalah:
– Gudeg
– Bakpia Pathok
– Geplak
– Yangko
– Ampyang
– Peyek Kacang Bantul: lebih besar, padat, renyah dan gurih
– Kipo: Makanan tradisional yang sangat langka khas Kotagede. Di Jogja saja hanya beberapa saja yang masih membuatnya secara turun-temurun. Tapi sayang Kipo tidak tahan lama sehingga tidak cocok untuk oleh-oleh.
*silahkan menghubungi guide anda untuk informasi yang lebih jelas tentang makanan2 khas tersebut.

5. Lesehan
Sebelum anda makan, tanyakan dahulu berapa harga per porsinya. Biasanya para pedagang lesehan tidak mencantumkan harga.

Sumber : Sapta Pari Tours

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: