Pembelajaran yang Menyenangkan

Assalamualaikum … Wr Wb

Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik dalam proses belajar sehinggga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan individu anak karena merekalah yang akan belajar (dalam menyampaikan pelajaran kita menempatkan diri kita sesuai kondisi siswa bukan kondisi guru). Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain,mereka memiliki keunikan masing-masing, hal tersebut harus diperhatikan guru pada saat proses belajar mengajar,sehingga apa yang menjadi tujuan belajar dapat tercapai. Hal ini banyak dilupakan guru pada saat mengajar, dimana yang diperhatikan guru hanya secara klasikal sehingga ketuntasan belajar secara individu terlupakan/tidak tercapai. (anak bisa hanya terbawa oleh kelompok/klasikal) … sebagai guru … merasakah? …

Kita mengingat kembali tentang teori Tabula Rasa “. Umumnya para pendukung pandangan tabula rasa akan melihat bahwa pengalamanlah yang berpengaruh terhadap kepribadian, perilaku sosial dan emosional, serta kecerdasan. Tabula rasa (dari bahasa Latin kertas kosong) merujuk pada pandangan epistemologi bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata lain “kosong”, dan seluruh sumber pengetahuan diperoleh sedikit demi sedikit melalui pengalaman dan persepsi alat inderanya terhadap dunia di luar dirinya.

Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek, yaitu:

1) kematangan, sebagai hasil perkembangan susunan syaraf;

2) pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya;

3) interaksi social, yaitu pengaruh-pengaruh yang diperoleh dalam hubungannya dengan lingkungan social, dan

4) ekullibrasi, yaitu adanya kemampuan atau system mengatur dalam diri organisme agar dia selalu mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.

Berdasarkan dari kedua teori di atas bahwa anak akan memperoleh ilmu pengetahuan melalui pengalaman yang diperolehnya dari lingkungannnya. Pengetahuan yang diperoleh anak sebagai hasil dari proses belajar yang diperoleh dari lingkungan akan tertanam lebih kuat dan tidak mudah dilupakan oleh anak. Sehubungan dengan hal tersebut marilah kita bawa anak-anak belajar dengan menggunakan strategi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif dan Menyenangkan ) yang membawa anak-anak memperoleh pengalaman langsung, dengan anak belajar aktif (aktif learning ), kreatif dan menyenangkan.

Para ahli pendidikan berupaya untuk mencari dan merumuskan beberapa strategi. Strategi pembelajaran yang menyenangkan diantaranya adalah :

Pembelajaran Aktif Learning

RME Salah Satu Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan.docx

… kita lanjutkan nanti …🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: