Membangun dan Memimpin Team

Assalamualaikum … Wr Wb

By : Joseph T Straub

Oleh : Doni Purnama Alam Syah, S. Kom

Kepemimpinan sering disalah artikan sebagai suatu karakteristik yang dipunyai oleh orang-orang yang memiliki kedudukan tertentu. Dalam praktik, karakteristik kepemimpinan bisa dimiliki siapapun, dengan atau tanpa kedudukan. Karakteristik ini penting peranannya dalam kehidupan berorganisasi. Kehidupan beroganisasi yang dimaksud bukan hanya untuk organisasi seperti partai dan organisasi-organisasi politik, agama dan organisasi non-profit lainnya, tetapi juga karier yang dipupuk dan dikembangkan kearah penyeliaan dan manajerial selalu diikuti dengan pengembangan karakteristik kepemimpinan. Hal ini diperlukan pula dalam pengembangan karier lateral, dengan peningkatan tanggungjawab. Kepemimpinan merupakan karakteristik dan kemahiran yang sangat berharga bari siapa pun dan hampir di manapun dia berada, bahkan dikeluarga sekalipun.

Seorang SDM juga diharapkan untuk mampu bekerja dalam tim, bahkan juga membentuk tim untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan untuk mencapai hasil yang maksimal bagi lembaga. Dalam hal ini banyak lembaga yang melakukan seleksi rekrutmen SDM dengan menaruh bobot besar bagi kematangan kepribadian, keramahan dan bahkan kemahiran dalam berhumor yang sangat diperlukan dalam membina kekompakan tim tersebut. Kesemuanya juga relevan sebagai ciri-ciri penting untuk menjadi seorang pemimpin.

Pendekatan Konseptual Kepemimpinan“yang terbesar diantara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan”

             Sebelum mencoba memahami segala sesuatu tentang kepemimpinan, diperlukan pengertian dasar yang diambil dari berbagai teori tentang kepemimpinan yang menjadi basis pemahaman tentang kepemimpinan itu.

            Teori pertama yang banyak digunakan adalah Teori Perilaku (Sharma, 1995). Teori perilaku ini dikemukakan oleh :

1. Ohio State Iniversity. Hasil kajian mereka mengatakan bahwa pemimpin yang baik/berhasil adalah mereka yang menciptakan struktural yang memungkinkan inisiatif ditambah dengan pertimbangan-pertimbangan

2. University of Michigan. Para alhi dari Universitas ini menggambarkan kepemimpinan sebagai kontinum dengan dua kutub, yaitu yang berorientasi pada manusia (karyawan/pengikut) pada satu kutub dan yang berorientasi pada produksi pada kutub lain.

Teori lain adalah :

1. Teori Atribut (Attribution Theory) mengatakan bahwa kepemimpinan semata-mata adalah atribut, atau ciri-ciri yang diberikan orang kepada seorang individu. Teori ini membahas ciri-ciri penting cari seorang pemimpin sehingga setiap orang yang mempunyai ciri-ciri tersebut adalah pemimpin

2.  Teori berikut adalah teori yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu adalah sifat atau karakteristik yang dibawa semenjak orang lahir. Jadi menurut teori ini kepemimpinan adalah bakat alam yang tidak bisa dipelajari. Teori ini melahirkan pemahaman apa yang disebut Charismatic Leadership.

3. Teori Tradisional yang mengatakan bahwa perilaku seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, termasuk pemimpinya, adalah hasil dari transaksi semata. Jadi sebagai contoh stimulus berupa uang, menghasilkan respons berupa kerja dan ketaatan.

4. Teori Situasional dari Hersey dan Blanchard (1998). Teori ini mengatakan bahwa ada pola hubungan tertentu antara pemimpin dan pengikut, dan hubungan ini bersama-sama dengan struktur tugas yang ditentukan, menentukan kepemimpinan macam apa yang harus dipraktikkan.

Dalam pelaksanaanya, pemimpin menyesuaikan gaya dan praktik kepemimpinannya dengan kematangan pengikutnya. Bahkan dalam praktik, kematangan pengikut lebih menentukan gaya dan praktik kepemimpinan.

Definisi Kepemimpinan itu sendiri adalah pengaruh antarpribadi yang dilakukan dalam suatu situasi melalui komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu. Dari definisi diatas bahwa dasar dari kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yaitu usaha pemimpin untuk mempengaruhi perilaku pengikutnya. Tujuan dari pengaruh adalah untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pelaksanaan kepemimpinan, pemimpin dihadapkan pada suatu situasi tertentu dan melakukan kepemimpinannya melalui komunikasi yang merupakan suatu proses penyampaian pesan yang harus dapat diterima dan di respon oleh pengikut.

Sifat-sifat positif dari seorang pemimpin adalah :

  •  Kecerdasan
  •  Dasar ilmu yang kuat
  •  Bertanggungjawab
  •  Berpatisipasi sosial yang baik
  •  Status sosio-ekonomik
  • Bisa diandalkan

Tim yang dinamis adalah tim yang berkinerja tinggi, tim yang memanfaatkan energinya untuk menghasilkan sesuatu. Tim tersebut merupakan tim yang percaya diri, tim yang para anggotanya menyadari kekuatannya dan menggunakannya untuk mencapai tujuan. Mereka juga merupakan tim yang pada anggotanya saling membantu satu sama lain, saling memberikan umpan balik dan saling memotivasi… artinya tidak  cari selamat sendiri … he … he …🙂

Semua tim yang dinamis memiliki karakter utama yang sama. Dnegan membaca daftar berikut ini anda akan mengetahui mengapa tim yang dinamis tampak menonjol diantara tim pada umumnya. Anda akan tahu apa yang harus diperjuangkan apabila membentuk suatu tim, atau anda bisa menggunakan daftar tersebut untuk menilai kekuatan dan kelemahan tim.

1. Menyatakan secara jelas misi dan tujuannya

Sebuah tim perlu menyatakan secara jelas maksud dan tujuannya, bukan hanya sekedar memahami apa yang perlu dilakukan pada saat tersebut, tetapi memahami keseluruhan fokus tim. Tujuan dan sasaran yang dipahami oleh seluruh anggota tim akan meningkatkan komitmen. Pemimpin tim yang dinamis memastikan bahwa semua anggota terlibat dalam penetapan tujuan tim.

2. Beroperasi secara efektif

Percobaan dan kreatifitas merupakan tanda penting dari tim yang dinamis. Tim semacam itu memperhitungkan resiko dengan mencoba cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu. Mereka tidak takut menghadapi kegagalan dan mereka selalu mencari peluang untuk mengimplementasikan proses atau teknik baru. Mereka juga bersikap luwes dan kreatif ketika menghadapi masalah dan membuat keputusan.

3. Memfokuskan pada hasil

Kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan, ketika diperlukan, merupakan ujian yang sebenarnya. Tim yang dinamis mampu mencapai hasil melampaui kemampuan jumlah dari individu yang menjadi anggotanya. Pada anggota tim secara terus menerus memenuhi komitmen waktu, anggaran, dan mutu. “produktifitas optimum” merupakan tujuan bersama.

4. Memperjelas peran dan tanggung jawab

Tim yang dinamis dengan jelas menetapkan peran dan tanggungjawab untuk semua anggotanya. Setiap anggota tim tahu apa yang diharapkan dari dirinya dan mengetahui peran rekan sesama angggota tim. Tim yang dinamis selalu memperbaharui peran dan tanggungjawab anggotanya sesuai dengan perubahan tuntutan, sasaran dan teknologi.

5. Diorganisasikan dengan baik

Tim yang dinamis menetapkan bentuk protokol, prosedur dan kebijakan sejak awal. Struktur memungkinkan tim untuk memenuhi tuntutan setiap tugas yang harus ditangani.

6. Dibangun diatas kekuatan individu

Pelatihan tim olahraga terus-menerus menginvestasikan keterampilan para pemainnya. Demikian pula, pemimpin tim bisnis yang dinamis secara teratur mencatat pengetahuan, keterampilan dan bakat timnya. Pemimpin tim menyadari kekuatan dan kelemahan para anggotanya, sehingga bisa secara efektif memanfaatkan kompetensi individu

7. Saling mendukung kepemimpinan anggota yang lain

Dalam tim yang dinamis, kepemimpinan dibagi diantara para anggotanya. Tidak ada kepemimpinan mutlak. Dalam tim yang demikian, setiap anggota memiliki kesepakatan untuk “bersinar” menjadi bintang. Anggota juga menghargai peran resmi supervisi, karena pemimpin formal dalam tim yang dinamis selalu mendukung upaya tim dan menghargai keunikan individu.

8. Mengembangkan iklim tim

Tim yang berkinerja tinggi anggota yang secara antusias bekerja bersama dengan tingkat keterlibatan dan energi kelompok yang tinggi. Secara kolektif, individu anggota merasa lebih produktif dan menemukan bahwa aktivitas tim memperbaiki kepentingan dan semangatnya. Tim semacam itu mengembangkan karakter yang berbeda dan menonjol.

9. Menyelesaikan ketidaksepakatan

Ketidaksepakatan akan selalu terjadi pada setiap tim. Ketidaksepakatan tidak selalu buruk atau destruktif. Tim yang dinamis bisa menghadapi konflik secara terbuka. Anggota tim mengakui adanya konflik dan berusaha memecahkan melalui diskusi yang jujur dan saling percaya

10. Berkomunikasi secara terbuka

Anggota tim dinamis berbicara secara langsung dan jujur. Masing-masing orang memberi dan mendapatkan saran dari anggota yang lain, mempertimbangkan dengan sesungguhnya ucapnya dan kemudian mengembangkan gagasan.

11. Membuat keputusan secara objektif

Tim yang dinamis memiliki pendekatan yang mantap dan proaktif untuk memecahkan masalah serta membuat keputusan. Keputusan dicapai melalui konsensus, setiap orang harus “bisa menerrima” keputusan tersebut dan bersedia mendukung. Anggota merasa bebas untuk mengungkapkan perasaanya terhadap suatu keputusan. Anggota tim memahami dengan jelas dan menerima semua keputusan dan bersedia mengikuti (mendukung) rencana yan ditetapkan.

12. Mengevaluasi efektifitasnya sendiri

Sebuah tim perlu menguji dirinya sendiri secara rutin. Tujuanya adalah untuk melihat bagaimana pelaksanaan rencananya selama ini. “Penyempurnaan berkelanjutan” (continuous improvement) dan “manajemen proaktif” (proactive management) merupakan falsafah yang bisa diterapkan dengan baik bagi pembentukan tim yang dinamis. Jika muncul masalah kinerja, mereka bisa segera memecahkan sebelumnya berkembang permasalahan serius.

Unsur-unsur yang disajikan diatas adalah daftar. Jarang sekali ada tim yang hebat pada masing-masing butir diatas. Tetapi yang penting secara keseluruhan, unsur-unsur tersebut mendukung kehebatan tim.

Sumber : donupermana.wordpress.com

Oo … Hmmm …🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: