Renungan di Penghujung Tahun

By. A. Sungkawa  (01/12/2010)

For  My Students


Tuhan Yang Maha Esa menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Coba kita lihat disekeliling kita, hamparan alam yang membentang luas ditumbuhi  tumbuh-tumbuhan, mulai dari rerumputan hingga pepohonan yang besar-besar, hewan-hewan  dari berbagai jenis dan pegunungan yang  menjulang tinggi melengkapi indahnya alam semesta. Luasnya lautan  yang didalamnya dihuni ribuan jenis ikan dan makhluk kecil lainnya. Serta masih banyak ciptaan Tuhan dimuka bumi  ini…

Semua itu Tuhan ciptakan, atas kehendak-Nya. Tuhan memberikan makanan pada tumbuh-tumbuhan yang tidak dapat berjalan, Tuhan memberikan makanan pada hewan yang tidak berakal, juga Tuhan memberikan kelebihan pada masing-masing makhluk ciptaannya, burung yang diberi sayap hingga bisa terbang, ikan yang diberi insang hingga mampu hidup didalam air dan lain sebagainya. Artinya Tuhan memberikan kehidupan pada makhluk  yang diciptakan-Nya.

Kita manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna, karena dalam diri kita dianugrahi-Nya akal dan pikiran yang tidak diberikan Tuhan pada makhluk ciptaan-Nya yang lain. Walupun demikian semua yang ada dimuka bumi ini dikaruniai-Nya hak untuk hidup dan tidak ada satu orang pun didunia ini yang dapat mengambilnya kecuali atas kehendak-Nya.

Itulah keagungan Sang Pencipta, Dialah yang maha sempurna dan maha segala-galanya. Karenanya patut kita syukuri anugrah-Nya, dengan cara mampu memanfaatkan apa yang diberikan-Nya sebaik mungkin, memelihara dan menggunakannya sesuai dengan hak dan ketentuan-Nya. Karena semua adalah milik-Nya.

Harus kita sadari, bahwasannya keberadaan kita dimuka bumi ini bukanlah untuk saling menyakiti, saling membenci, membunuh dan merusak sekehendak hati. Melainkan saling menjaga, memelihara, membina, dan menghormatinya. Sehingga kedamaian dapat diciptakan dimuka bumi ini.

Jangankan kita manusia sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini, hewan dan tumbuh-tumbuhan pun diberikan-Nya hak untuk hidup. Walaupun bukan berarti tumbuh-tumbuhan tidak boleh dimakan atau hewan tidak boleh disembelih, akan tetapi semua yang kita ambil dari anugrah Tuhan Yang Maha Esa di bumi ini, haruslah jelas guna dan mamfaatnya. Karena kalau tidak, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan  manusia itu sendiri. Pepohonan yang hidup di hutan apabila kita tebang atau kita bakar sembarangan hingga mengakibatkan hutan itu gundul, maka petaka banjir akan menghantui kita.

Semua yang diciptakan Tuhan mempunyai guna dan manfaat bagi kehidupan manusia. Akan tetapi dalam menggunakan dan memamfaatkan isi bumi ini, tak jarang justru kita manusia yang saling berebut, saling bertengkar,saling menyakiti, bahkan saling membunuh satu sama lainnya. Padahal kita adalah makhluk paling sempurna yang ciptakan-Nya.

Sebuah Negara bisa hancur lebur karena keserakahan Negara lain yang ingin menguasai kekayaan alamnya. Sebuah kelompok masyarakat bertikai dengan kelompok masyarakat lainnya karena perebutan lahan usahanya, dan seseorang dapat kehilangan  nyawanya hanya kerena barang yang dimilikinya diinginkan oleh orang lain,  dirampok, diibajak, atau lainnya. Atau bahkan sebaliknya seseorang meregang nyawa karena dipukuli ramai-ramai setelah ketahuan dia mencopet.

ketika kezaliman merajalela, angkara murka dimana-mana, seakan-akan manusia mampu melakukan segalanya. Sehingga  Tuhan pun dilupakannya, maka pada saat itulah Sang Pencipta memberikan bencana. Seperti  Banjir yang tidak terkira, letusan gunung yang tak terduga, gempa bumi dimana-mana dan peringatan lain untuk menyadarkan kesombongan umat manusia.

Itulah kenyataan yang senantiasa kita jumpai dalam kehidupan ini. Dimana semua menjadi tidak berharga ketika keserakahan, kesombongan, dan kejaliman mulai menguasai jiwa manusia, maka yang nampak kerusakan dimana-mana. Padahal semua yang ada bukanlah milik kita, melainkan milikNya yang dititipkan pada kita. ketika kejaliman merajalela, angkara murka dimana-mana, seakan-akan manusia mampu melakukan segalanya. Sehingga  Tuhan pun dilupakannya, maka pada saat itulah Sang Pencipta memberikan bencana. Seperti  Banjir yang tidak terkira, letusan gunung yang tak terduga, gempa bumi dimana-mana dan peringatan lain untuk menyadarkan kesombongan umat manusia.

Semua terjadi karena ulah kita, yang lupa akan haknya antar sesama manusia dan lupa akan kewajiban dan keberadaanya dimuka bumi. Bahwa kita tidak selamanya ada. Di saat maut menjemput manusia, harta benda apapun yang dimilikinya tidak akan berguna, kecuali amal baik dan pengabdian yang kita berikan kepada Sang Pencipta . . .

Teks Asli Renungan di Akhir Tahun

Catatan : Renungan dari seorang Wakasek bidang Kesiswaan, yang sekaligus ketua PGRI SMPN 9 Cimahi…🙂

Terima Kasih …🙂

Ya Allah …, bimbinglah kami untuk memilih bukan yang mudah tetapi apa yang benar, bukan yang menyenangkan namun apa yang Engkau ridhoi, agar rizki yang kami peroleh membawa keberkahan dan ketenteraman sehingga terjauhkan dari sakit dan malapetaka bagi kami dan keluarga kami. Amin ya robbal alamin…

2 Tanggapan

  1. Tuk Pak Achmad Sungkawa,S.Pd … Terima kasih atas tulisannya … yang berharga …
    Semoga apa yang kita niatkan bisa tersirat dan juga tersurat …. yang menghiasi jiwa kita sebagai “Insan” dan mendapat Ridho-Nya … Amin …🙂

  2. aduh pak baru baca aja udah bagus..

    apalagi pas isinya ih wow?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: