Jangan Pernah Menilai Orang dari Tampak Lahir

Assalamualaikum … Wr Wb

Sebelumnya izinkan aku tuk berterima kasih pada ibuku … di sini … 🙂

Abu … Beliau mengajarkan banyak hal pada diriku … setiap saat setiap langkah, baik dalam keadaan senang ataupun susah selalu memberi pelajaran untukku … Dalam hidupnya yang bersahaja, sederhana, … tapi dampak yang kami rasakan, menghias setiap langkah hidup kami … beliau sangat berpandangan luas … akulah yang kadang tak mengerti … apa yang dimaksudkan olehnya … Pada saat ini aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua jasa beliau, rasa bangga yang kurasakan menjadi putrinya dan sekaligus  memohon maaf … jika tak berhasil menjadi seseorang …  seperti yang pernah terlintas di benaknya … 🙂

ESKRIM

Pada suatu hari seorang anak kecil masuk ke sebuah restoran terkenal. Dengan langkah riang dan sedikit berlari, anak kecil itu duduk di salah satu bangku kosong di sana. “Sangat Ramai.” gumamnya. Anak kecil itu kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan restoran. Seorang pelayan perempuan pun segera datang menghampiri anak kecil itu dengan membawa buku menu makanan.

“Mau pesan apa, dik?” Tanya pelayan itu. “Berapa harga satu porsi es krim bertabur strawbery dan coklat itu?” Si anak balik bertanya sambil menunjuk salah satu gambar yang terpampang di tembok restoran.

“2 Dollar.” Jawab si pelayan dengan ramah. Anak itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan beberapa keping uang receh dan menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan coklat berapa?”. “1 Dollar.” jawab pelayan itu dengan sedikit aneh.

Anak itu kemudian memasukkan tangannya ke saku yang lain, dia mengeluarkan recehan lagi, dan mulai menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan coklat, serta cuma separuh porsi saja berapa?” “Setengah Dollar!” jawab pelayan itu agak ketus. “Baik, saya pesan itu saja.” Kata si anak lagi.

Pelayan itu segera kembali ke dapur. Beberapa saat kemudian pelayan kembali ke meja si anak sambil membawa pesanannya. Anak itu pun segera memakan es krim tersebut dengan lahap. Setelah es krim selesai dimakan, pelayan kembali menemui anak itu sambil membawa nota pembayaran.

“Semua setengah dollar.” Kata pelayan sambil menyodorkan nota kepada si anak. Si anak lalu mengeluarkan semua uang receh miliknya dan memberikannya pada pelayan. “Ini setengah dollar.” Katanya. Kemudian, tangan anak itu merogoh saku belakangnya dan mengeluarkan selembar uang 10 Dollar. “Dan ini tips untuk kamu.” Kata anak itu sambil menyerahkan 10 dollar itu.
(author unknown – ditulis ulang dan diterjemahkan dari buku “Six Great Lesson” oleh Mary Jane)

Sumber : Kembang Anggrek

—————–

Ketika kubaca ini ada haru dalam hatiku … betapa aku pernah menilai seseorang berdasarkan apa yang kuketahui … maafkan aku … dan ketika mengetahui hal itu sedikitpun ibuku tak marah … dengan senyum khasnya beliau berkata … “Jangan pernah menilai dari tampak luar, sebab maksud hati tak seorangpun yang tahu … berbagai cara orang berbuat kebaikan … bahkan apa yang mereka lakukan mungkin lebih mulia … walaupun mungkin meninggalkan sedikit luka tuk sebagian orang … ” … Ach … Pelajaran yang sangat berharga … 🙂

Memang, … kadang manusia hanya melihat sesuatu dari luarnya. Bahkan saya sendiri pun sering mengalami hal itu. Kesibukan dan keruwetan kejadian sehari hari bisa membuat seseorang lupa untuk ‘melihat lebih dalam’ orang-orang di sekitarnya. Sangat wajar jika seseorang yang sudah pakai Jas mulai menganggap remeh orang-orang yang hanya menggunakan T-Shirt.

Tapi cerita di atas mengingatkan saya lagi, bahwa sesuatu yang berharga kadang muncul dari hal-hal yang biasa-biasa saja. Rejeki bisa datang dari arah yang tak terduga, bahwa mata manusia kadang terlalu sempit untuk dapat melihat spektrum kepribadian seseorang. Seperti halnya hujan yang tetap bisa turun saat matahari bersinar terik … seperti sore tadi.

Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran yang cukup berharga bagi mereka yang membacanya … termasuk saya … salam.. 🙂

Satu Tanggapan

  1. benar itu , kita tidak boleh melihat orang dari tampilan luarnya , daun hijau belum tentu di dalamnya hijau bisa jadi serat-seratnya sudah menguning ,, begitu juga daun yang sudah terlihat kuning malah bisa jadi di dalam nya malah memiliki serat yang hijau ,, itulah perumpamaan manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: