Ketika Bingung di Padang Kehidupan

Assalamualaikum … Wr Wb

Pada suatu waktu ada seseorang bertanya kepada seorang A’lim,
“Berilah aku cahaya yang dapat aku jadikan pelita dalam menelusuri dalam kehidupan yang ghaib dan majhul ini, karena aku dalam kebingungan.”

Lalu orang itu menjawab, “Berjalanlah kamu dengan cahaya Allah niscaya Dia akan menuntunmu ke jalan yang lurus.”

Dan di sebuah persimpangan jalan berhentilah seorang musafir kelana……..
yang telah berjalan mengarungi padang kehidupan……..
ia menoleh ke belakang melihat jerih payahnya di sepanjang jalan kehidupan yang telah dilaluinya…..
Lalu ia tujukan pandangannya ke depan untuk melihat jauhnya perjalanan yang harus ditempuhnya lagi….

Wahai orang-orang yang sedang kebingungan di padang kehidupan…..
sampai kapankah engkau hidup dalam petualangan dan kesesatan……
padahal di tanganmu ada pelita yang bersinar cemerlang ?

Nyatakanlah penyesalan dan kesedihan atas segala dosa-dosa yang telah kau lakukan. Ucapkanlah kalimat istighfar dan kata taubat. Semoga Allah menghapuskan semua noda dan dosamu dan mengangkat tinggi derajatmu. Dan semoga pula engkau menjadi orang yang didekatkan kepada-Nya…

“Semua anak Adam pernah berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah ialah yang bertaubat.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Hakim dan Darimi)

Alangkah dekatnya Tuhanmu kepada dirimu, sedangkan engkau tak mau mendekati-Nya………
Alangkah cinta Dia kepadamu, sedangkan engkau tak mau mencintai-Nya…………
Alangkah besar kasih sayang-Nya kepadamu, sedangkan engkau melupakan hal itu………..

Dalam hadist Qudsi disebutkan:

“Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati-Ku niscaya Aku akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-Ku, niscaya Aku akan berlari mendekatimu.” (HR. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang harinya, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam harinya. Begitulah hingga matahari terbit dari barat. (HR. Muslim)

Yang demikian itu menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, melebihi kasih sayang ibu kepada anak tunggal yang disayanginya.

“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (Al-Hajj:63)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: