DELMAN

Assalamualaikum … Wr Wb

Delman

Kereta kuda mempunyai nama yang lumayan banyak. Bila penasaran dapat kita simak satu demi satu dalam kamus Sunda. Kita misalnya dapat membuka Kamus Umum Basa Sunda (1976) susunan Panitia LBSS, Kamus Basa Sunda R. Sacadibrata (1948, 2005), dan Kamus Basa Sunda R.A. Danadibrata (2006). Kata-kata kereta kuda yang dimaksudkan adalah delman, kahar, sado, keretek, ada juga yang dikenal dengan kareta balon dan kereta gede. Perbedaannya sedikit saja sebenarnya. Kamus-kamus di atas itulah yang menjadi sumber keterangannya…

Mari kita mulai. Pertama-tama kata delman. Kata ini berasal dari bahasa Belanda yang merujuk pada semacam kendaraan yang dikasih pintu setengah di bagian belakangnya, roda-rodanya hanya ada dua, serta bisa memuat empat panumpang ditambah kusir. Pada gilirannya, delman dekat dengan keretek. Hanya, keretek lebih pendek dari delman, tidak memakai pintu, untuk tangga-tangga bagian belakangnya berukuran lebar, dan bila berjalan suka menimbulkan suara kekeretekan.

Sementara kata sado berasal dari bahasa Prancis, dos-a-dos. Artinya punggung bertemu punggung. Sado bersinonim dengan kahar dan dokar. Berbeda dengan delman, meski sama-sama beroda dua, sado berpenumpang tiga orang, berempat dengan sais. Sementara cara duduknya, dua orang-dua orang saling membelakangi sehingga kadang-kadang saling beradu. Akan tetapi ada orang yang bilang, delman dan sado sama. Itu-itu juga. Terserah mau bagaimana, yang jelas keterangan di ataslah yang digunakan untuk membedakan keduanya.

Sementara kareta balon merujuk pada kereta kuda yang bagian belakangnya menggelembung seperti balon. Sementara kareta gede mirip seperti sado, hanya roda-rodanya ada empat, ditarik sepasang kuda atau lebih. Lain tempat, lain pula namanya. Ya, kareta gede di Jakarta disebut ebro, atau andong di wilayah Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

Dari nama-nama kereta kuda tersebut, yang paling menarik adalah delman. Mengapa? Karena nama tersebut diambil dari nama perancangnya. Siapakah dia? Orang manakah dia? Untuk mengetahuinya, mari kita baca buku Pictures of The Tropics: A Catalogue of Drawings, Water-Colours, Paintings, and Sculptures in the Collection of the Royal Institute of Linguistics and Anthropology in Leiden (1967) susunan J.H. Maronier.

Dari buku yang tebalnya 148 halaman ini keterangan mengenai perancang delman dapat kita baca dari halaman 20 hingga 23. Perancang delman itu bernama Charles Theodore Deeleman. Ia lahir di Amsterdam, Belanda, 11 Desember 1823 dan meninggal di Batavia, 13 Februari 1884.

Ia lulusan teknik mesin di Delft, Belanda. Pada 1845 hingga 1848 bekerja pada Dinas Pengairan Hindia Belanda, di Surabaya. Dari sana dia pindah ke Batavia. Pada 1853, ia merancang bangunan untuk pameran Batavia. Pada 1854, dia berkongsi untuk membentuk perusahaan dengan Chaulan.

Selain itu, ia pun dikenal sebagai pelukis. Karya-karyanya berupa lukisan-lukisan bernuansa alam Indonesia. Biasanya ia membuat karya-karya lukisnya dengan memakai media cat air dan pensil gambar. Karya-karyanya yang berupa litograf-litograf berwarna dari sketsa-sketsanya dicetak dalam Bataviaasch Album, Verzameling van Eential Gezichten van de Hoofstad van Nederlandsch Indie (1859).

Sementara dalam buku Pictures of The Tropics tersaji enam belas lukisan dan gambar karya Deeleman. Di antara koleksi tersebut ada yang berjudul Missigit Molenviet, Road from Bandung to Sumedang, dan Bridge Goenoeng Sahari. Selain itu, buku tersebut juga menyertakan keterangan tentang rancangan kereta kuda delman buatannya. Rancangan tersebut bertajuk Four Drawings Illustrating the Use of Various Two-Wheeled Carriages. Rancangan itu dibuat dengan tinta dan pencil. Keempatnya berukuran 13×18,5 cm.

Pada rancangan keempat ada keterangan begini, “Because of this drawing the rule againts driving a vehicle from the rear has been cancelled.” (Karena gambar ini aturan yang menentang mengemudikan sebuah kereta kuda dari bagian belakang kendaraan tersebut dibatalkan). Gambar rancangan tersebut disertai surat Residen Batavia kepada Deelman, bertanggal 17 April 1863.

Sebagai tambahan, semua koleksi tersebut dihadiahkan kepada Institut Linguistik dan Antropologi Leiden oleh Mr. A.W. Deeleman atas jasa baik Ir. L.V. Joekes. Akan tetapi ada kekecualian, karya yang bertajuk Pasanggrahan. Karya ini dibeli dari Alun-alun Waterloo, Amsterdam, oleh Dr. H. J. de Graaf.

Alhasil, bila merunut pada keterangan tersebut, jelas kata delman yang merujuk pada jenis kereta kuda mulai digunakan orang paling tidak sejak 1860-an. Hal tersebut dapat dipahami, bila kita kaitkan antara gambar rancangan yang keempat baik dengan keterangan kata-kata yang dikutip di atas maupun surat dari Residen Batavia. Dengan demikian, ketemulah siapa delman itu.

Jadi.. ASAL USUL kata DELMAN itu dari nama perancang kereta kuda tersebut,
Charles Theodore Deeleman dan mungkin dulu orang2 belanda bilang, naik kereta bikinan Deeleman.. dan terdengar dikuping orang pribumi menjadi “Delman” … :)

archive.kaskus.us/thread/2959682

Sumber : Untaian Mutiara Nusantara

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: