Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Assalamualaikum … Wr Wb

.

Banyak kepala sekolah yang mengungkapkan kepuasan bahkan pujian terhadap wakil kepala sekolah, staf wakil kepala sekolah, guru, bahkan juga terhadap pelaksana tugas administrasi sekolah karena kinerjanya yang sangat baik. Namun sedikit kepala sekolah yang memiliki data kinerja stafnya secara terstruktur hasil dari proses pengukuran. Penilaian tugas pada umumnya menggunakan teknik pemantauan dalam tugas substantif dan tugas tambahan, yang bisa lebih banyak, tersimpan di memori kepala sekolah yang belum mendapat dukungan sistem administrasi dan data.

Dalam era standarisasi pendidik dan tenaga kependidikan diperlukan data. Lebih baik jika data telah terstruktur dengan rapih sehingga menjadi sistem informasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. Semakin lengkap dan akurat data kinerja pendidik dan tenaga kependidikan maka semakin besar peluang kepala sekolah membuat keputusan yang tepat. Sebaliknya kepala sekolah yang membuat keputusan yang tidak didukung dengan data yang akurat berpeluang membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan …

Dengan tidak tercatatnya kinerja staf dengan baik setiap warga sekolah dapat menghitung-hitung kinerja orang lain, namun sering lemah dalam mengevaluasi dirinya sendiri. Jika hal seperti itu terkondisi, maka setiap orang dapat memiliki harapan yang tinggi namun tidak realistik karena lemah dalam menilai dirinya sendiri, ia dapat memandang diri terlalu tinggi, merasa telah bekerja sebaik bahkan lebih baik daripada orang lain. Orang seperti ini sering diberi julukan “Mister Soklin” atau bolehlah dijuluki “Mister Rinso”, karena membersihkan dan mengkinclongkan dirinya sendiri, sekali pun tidak memiliki data yang tercatat. Oleh karena itu, data kinerja itu tidak hanya penting untuk kepala sekolah tetapi juga untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat mengevaluasi diri lebih realistik.

Masalahnya dalam evaluasi kinerja pada umumnya sekolah tidak memiliki instrumen yang cocok untuk mengukur kinerja wakasek,staf wakasek,guru dan tenaga kependidikan lainnya. Kelangkaan ini juga diperlemah dengan rendahnya kepedulian sistem pada data. Akibatnya, sistem penilaian menjadi otoritas kepala sekolah yang kadang kurang transparan.

Untuk meningkatkan tertib administrasi, seperti halnya di sebuah lembaga moderen seperti perusahaan bonafid, sekolah dapat menggunakan instrumen evaluasi kinerja staf dengan menggunakan Instrumen Evaluasi Kinerja

Semoga bermanfaat … :)

About these ads

2 Tanggapan

  1. Benar sekali om…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: