Optimalisasi Karya Wisata

 Assalamualaikum …WrWb.

Sebagai manajer kelas, guru dituntut menggunakan berbagai metode dalam menjalankan pembelajaran. Menurut Imansjah Alipandie dalam Didaktik Metodik Pendidikan, penggunaan ragam metode pembelajaran memungkinkan guru membawa siswa pada suasana belajar yang sesungguhnya dan tidak hanya membawa siswa ke dalam ”suasana diajar belaka”.

Masih menurut Imansjah, karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak murid keluar kelas mengunjungi suatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal tertentu di bawah bimbingan guru. Pengertian lain karya wisata adalah kunjungan ke suatu tempat di luar kelas yang dilaksanakan sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis, terutama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan…

Dari kedua pengertian tersebut, terlihat bahwa karya wisata mengandung muatan belajar-mengajar, tidak sekadar keluar kelas untuk bersenang-senang.

Bila kita cermati, hampir seluruh sekolah, mulai tingkat dasar sampai pendidikan tinggi, memasukkan karya wisata sebagai salah satu kegiatan tahunan. Program tahunan itu sangat disukai siswa dan guru. Sebab, mereka bisa sejenak terbebas dari kegiatan rutin belajar-mengajar yang kadang membosankan.

Namun, kadang (kalau tidak bisa dibilang selalu), karya wisata hanya jadi wadah untuk bersenang-senang, belanja, menikmati hal-hal baru, dan hal-hal lain di luar konteks belajar-mengajar. Berdasar pengamatan penulis selama menjadi siswa dan guru, karya wisata yang dilaksanakan sekolah belum mencerminkan penerapan metode pembelajaran karya wisata yang efektif.

Saat pelaksanaan karya wisata, guru maupun siswa hanya berperan sebagai pelaku perjalanan wisata (turis). Dengan biaya yang biasanya tidak murah, seharusnya guru bisa memanfaatkan karya wisata sebagai media pembelajaran, berkaitan dengan objek yang dikunjungi selama karya wisata.

Untuk mengoptimalkan karya wisata, guru seharusnya merancang apa saja yang mesti dilakukan sebelum, selama, dan setelah karya wisata. Sebelum pelaksanaan karya wisata, yang utama perlu dilakukan adalah menyusun rencana pembelajaran selama karya wisata (tujuan pembelajaran, waktu yang dibutuhkan, metode, materi, evaluasi).

Guru juga perlu menyusun lembar kerja siswa, menyiapkan alat yang mungkin diperlukan, serta mengoordinasikan rencana pembelajaran dengan guru mata pelajaran terkait. Yang tak boleh dilupakan, memberi pengarahan kepada siswa tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan selama karya wisata.

Selama pelaksanaan karya wisata, guru perlu memantau kegiatan yang dilakukan siswa, membantu siswa bila diperlukan, mengecek lembar kerja siswa, dan berkoordinasi dengan penyelenggara karya wisata (jika menggunakan jasa biro perjalanan).

Setelah pelaksanaan karya wisata, guru perlu mengevaluasi pelaksanaan karya wisata dan lembar kerja siswa. Guru juga harus memeriksa laporan pelaksanaan karya wisata, mendiskusikan materi yang diperoleh selama karya wisata, dan memberikan tugas mandiri tentang materi yang diperoleh selama karya wisata.

Optimalisasi karya wisata tersebut mungkin terkesan serius dan kaku. Karena itu, guru diharapkan tetap memberi kesempatan kepada siswa untuk merasakan kegiatan wisata, yaitu bersenang-senang. Selamat berkarya wisata. (soe)

Sumber : Club Guru Indonesia

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: