Assalamualaikum … Wr Wb

Glitter Overlapping Text - http://www.overlappingtextlive.comdoctor ratings

Meningkatkan Kompetensi Menulis Guru Melalui Penulisan Artikel Populer di Media Cetak

Assalamualaikum Wr Wb

Karya tulis ilmiah memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan profesi guru. Sebagaimana diketahui bahwa karya pengembangan profesi merupakan salah satu butir penting bagi guru dalam meraih kenaikan pangkat terutama IVb ke atas, sesuai Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Penetapan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993, Nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan. Disamping itu, selaras dengan kebijakan sertifikasi guru karya pengembangan profesi juga merupakan salah satu butir penting penentu keberhasilan guru dalam meraih sertifikat.

 DP 1

Untuk menyikapi hal tersebut di atas. Maka pada hari Sabtu, 6 September 2014 SMPN 9 Cimahi mengadakan Diklat Penulisan Artikel Populer untuk para guru. peserta terlihat mengikuti kegiatan diklat ini dengan semangat dan sungguh-sungguh.

Kegiatan Diklat  Penulisan Artikel Populer ini sebenarnya adalah salah satu rangkaian Kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah khususnya penulisan artikel di forum guru Koran “Pikiran Rakyat” .

Kegiatan ini bekerja sama dengan UPI, dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kepakaran Bidang Ilmu (PkM Bidang Ilmu) dan Koran Pikiran Rakyat.

Diklat Penulisan Artikel Populer ini membahas tentang Jurnalis, tepatnya tata cara menulis berita di Surat Kabar.

DP 2

DP 3

Adapun Acaranya :

  1. Pendahuluan
  2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an
  3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
  4. Laporan ketua penyelenggara
  5. Sambutan
  6. Pemberian Materi
  7. Evaluasi

Adapun materi pada pelatihan kali ini adalah :

Materi I Tekhnik Menulis

Pemateri : Prof.Dr.Karim Suryadi,M.Si. (Guru Besar Komunikasi Politik)

Materi II Tekhnik dan Praktek Menulis Artikel Populer

Pemateri : Erwin Kustiman,S.Ikom (Ka.Redaktur Opini dan surat Pembaca Pikiran Rakyat)

Materi III Tekhnik dan Praktek Foto Jurnalistik

Pemateri : Harry Sujana (Redaktur Pembaca Pikiran Rakyat)

Setelah  evaluasi kamipun membahas hasil kerja salah satu peserta,  baik itu artikel maupun foto hasil jepretan langsung, terjadi diskusi hangat antar pemateri dan peserta demi untuk peningkatan hasil karya kami.

DP 4

Acara  berlangsung dari jam 08.00-17.00, di ruang Serba Guna, SMPN 9 Cimahi. Kegiatan pun berjalan dengan lancar. Diakhir acara Alhamdulillah kamipun mendapat sertifikat dll, terutama ilmu sebagai bekal kami …

DP 5

DP 6

Sebagai seorang guru tentunya banyak temuan dan ide yang terlintas baik dari kegiatan membaca, fakta atau pengalaman yang kita temukan dilapangan. Hanya masalahnya bagaimana kita memulai untuk menulis … berbekal dari hal tersebut dan pelatihan yang telah kita dapatkan mudah-mudahan kita dapat menuangkan ide kita dalam bentuk tulisan karya ilmiah. Selain dapat melatih kita untuk menuangkan ide kreatif dalam bentuk tulisan, mudah-mudahan ada solusi terhadap masalah ataupun kendala yang kita alami dan menjadikan pendidikan di sekolah dan Indonesia pada umumnya menjadi lebih baik … Aamiin …

Aktivitas menulis karya ilmiah di kalangan guru memerlukan adanya motivasi dari guru. Tanpa adanya motivasi dari dalam diri guru itu sendiri niscaya gerakan menulis karya ilmiah di kalangan guru sulit membuahkan hasil yang memadai.

DP 7

 DP 8

Silaturahmi Keluarga Besar SMPN 9 Cimahi

Assalamualaikum Wr Wb

Sil 1

Setelah kita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1345 H, Di bulan Syawal itu menjadi ajang silaturahmi baik dengan Tuhan maupun dengan keluarga dan sahabat.
“Hubungan itu jangan sampai timpang. Dengan Tuhan baik, tapi dengan kerabat, tetangga, ataupun sahabat kurang baik, ini tidak dibenarkan. Untuk itu, silaturahmi penting dilakukan,”

“Idul Fitri itu kembali ke fitrah, memupuk ketauhidan, memperbanyak amal ibadah sesuai dengan ketentuan bahwa manusia sebagai hamba dan sebagai khalifah (pemimpin),”

 Sil 2

Seperti halnya yang dilakukan di SMPN 9 Cimahi pada hari Rabu, tanggal 6 Agustus 2014, selain acara Silaturahim juga Perpisahan guru, TU Purnabakti, Mutasi dan Promosi.

 Sil 3

Manfaat silaturahmi adalah Memupuk rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama sehingga diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Bersatu dalam tali persaudaraan dan persahabatan sehingga kesan agama rahmatan lil alamin terpancar dari ukhuwah yang selalu terjalin antar sesama kaum muslim.

Silaturahim sebagai cara untuk mengakrabkan jalinan persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu karena terhalang oleh waktu dan lokasi.

Mendapatkan ridho dari Allah SWT karena mengutamakan silaturahmi , orang yang menjalin silaturahmi tentu lebih banyak dido’akan oleh mereka yang didatangi.

Dengan menjalin silaturahmi, kita akan saling mengingatkan dalam kebenaran dan membuat orang yang kita kunjungi akan merasa bahagia. Selain itu, silaturahmi juga dapat memperlancar rejeki, jodoh, serta menambah kesuksesan dalam karir maupun usaha.

Namun satu hal yang pasti, manfaat silaturahmi akan benar-benar memberikan efek positif jika menjalani silaturahmi dengan ikhlas, sabar dan selalu berserah diri kepada-Nya.

 Sil 4

Adapun acara “Silaturahim juga Perpisahan guru, TU Purnabakti, Mutasi dan Promosi” yaitu :

  1. Pembacaan Ayat suci Al Qur’an oleh Bapak Jajang,SPd dan saritilawah Ibu Darsih,Sag.
  2. Pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Tatang Supriatna,SPd,MM dan Ibu Ummi Khotimah,SPd.
  3. Sambutan dari ketua penyelenggara kegiatan Bapak Drs.H Warsono.
  4. Sepatah kata dari perwakilan guru yang disampaikan oleh Bapak Achmad Sungkawa,SPd,MM.
  5. Sambutan dari Bapak Kepala sekolah Bapak Drs.Agustia Daniswara,MM.
  6. Penyerahan Cindra Mata
  7. Tausyiah dari Bapak KH Moch.Sholeh (Ketua MUI Kecamatan Cimahi Selatan)
  8. Do’a
  9. Ramah tamah

Pembukaan dengan pembacaan Al Qur’an surat Al Imran, semua menyimak dengan khusu.

 Sil 9

Pembukaan yang disampaikan oleh pembawa acara sangat berkesan sehingga seluruh acara terasa jelas keterkaitan antar satu dan yang lainnya.

Sambutan dari ketua penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk menyampaikan terima kasih dan selamat jalan bagi rekan-rekan baik yang sudah selesai menjalankan kewajibannya (Purnabakti) yaitu Ibu Imas Mintarsih dan Ibu Siti Salbiyah, juga bagi rekan yang mutasi yaitu Ibu Dewi Ratna,SPd (ke SMPN 4 Cimahi) dan Ibu Mariam Komalawati,S.kom (ke SMK 2 Cimahi), juga bagi rekan yang menjadi kepala sekolah di SMP PGRI IV Cimahi yaitu Bapak Achmad Sungkawa,SPd,MM. (Promosi).

Sepatah kata dari perwakilan guru diantaranya yaitu mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua warga SMPN 9 Cimahi yang telah memberi kesempatan untuk belajar menerima dan memberi ilmu dalam suasana kekeluargaan juga minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan baik yang sengaja maupun tidak sengaja, dan yang pasti “Walau kami sudah berpisah karena tugas, nilai-nilai positif yang ada di SMPN 9 Cimahi baik itu kekeluargaan, gotong royong, kerja sama, ajaran, didikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan selalu kami bawa dan hal tersebut mengingatkan akan kehangatan keluaga besar SMPN 9 Cimahi, dan terutama untuk bapak kepala sekolah, banyak program yang dinilai baik kami adopsi dan dilaksanakan di sekolah kami” … Indahnya … :)

Sambutan dari Bapak Kepala sekolah

Silaturahim sebagai cara untuk mengakrabkan jalinan persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu karena terhalang oleh waktu dan lokasi. Jadi walaupun kita berpisah bukan berarti jalinan silaturahim itu terputus … “Ulah deukeut awak tapi jauh hate tapi kudu sanajan jauh awak tapi hate mah deukeut” … dalam kesempatan ini saya sebagai kepala sekolah dan yang bertanggung jawab di lembaga ini, meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan baik langsung maupun tidak langsung dalam menjalankan kewajiban di sekolah ini. … satu hal yang akan bapak sampaikan untuk anak-anakku yang akan meninggalkan sekolah ini …”Bral miang … jung sing teuneung ludeung, sing jembar, sing sarehat pait daging Pahang tulang. Hidep miang mawa kahayang … udagan na mangsa datang … hidep miang lantaran tugas geus wekasan … “

 Sil 11Sil 12

Penyerahan Cindra Mata yang diberikan oleh bapak kepala sekolah dan wakasek humas

Tausyiah dari Bapak KH Moch.Sholeh (Ketua MUI Kecamatan Cimahi Selatan)

Sil 13

Sil 14

Diawali dengan salam yang kemudian dijawab serempak oleh yang hadir … “ Meuli opak ka cipeundeuy … teu kompak euy … lalu mengucap lagi salam di jawab lagi oleh yang hadir … meuli opak jeung kesemek … rajeun kompak bari ambek … yang disambut tertawa oleh hadirin … “(setiap orang punya cara sendiri dalam menarik perhatian dari pendengarnya … begitupun dengan bapak ustad ini … dengan caranya yang khas diselingi nyanyian … “Dina Amparan Sajadah” … yang dinyanyikan dengan penuh ekspresi … terasa sekali bahwa kita sebagai makhluk yang tak berdaya selain karena pertolongan_Nya … sehingga peserta pengajian tidak merasa bosan ataupun ngantuk … dan yang jelas makna dari silaturahim kali ini terasa lebih bermakna …) Pembacaan sholawat secara bersamaan menjadi awal dari tausyiah ini … “Barang siapa yang ingin dimudahkan rizkinya maka sering-seringlah silaturahim, selain itu Alloh SWT akan meningkatkan ilmu dan memanjangkan umurnya … Aamiin …

Penutup dari tausyiah ini kamipun mengumandangkan sholawat secara bersamaan yang dilanjutkan dengan do’a dan terakhir … hiji ditambah hiji sama dengan dua, lamun pinter ngaji pinter ngado’a, dua ditambah dua sama dengan opat lamun pinter ngaji menang berekat … bisa saja pak ustad … :)

Astaghfirullah Rabbal Barroya Astaghfirullah Minal khotoya

Astaghfirullah Rabbal Barroya
(Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)
Astaghfirullah Minal khotoya.
(Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

Rabbi zidni ‘ilman naa fi’a
(Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna)
Wa wa fiqni ‘amalam maqbula
(Dan berikanlah aku amalan yang dimakbulkan)
Wa Wa habli rizqan waasi’a
(Dan kurniakan kepadaku rezeki yang meluas)
Wa tub ‘alaia taubatan nasuha
(Dan perkenankan taubatku dengan taubat nasuha)

Astaghfirullah Rabbal Barroya
(Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)
Astaghfirullah Minal khotoya.
(Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

Rabbi zidni ‘ilman naa fi’a
(Tambahkan kepadaku ilmu yang berguna)
Wa wa fiqni ‘amalam maqbula
(Dan berikanlah aku amalan yang dimakbulkan)
Wa Wa habli rizqan waasi’a
(Dan kurniakan kepadaku rezeki yang meluas)
Wa tub ‘alaia taubatan nasuha
(Dan perkenankan taubatku dengan taubat nasuha)

Astaghfirullah Rabbal Barroya
(Ampunilah Hamba Ya Allah Maha Penerima Taubat)
Astaghfirullah Minal khotoya.
(Ampunilah Hamba Ya Allah Daripada Segala Dosa)

 

Semoga bermanfaat … :)

Hal 12

Sil 10

 

Sil 5

Sil 6Sil 8

Sil 7

Jadi ingat lagu yang disenandungkan pak ustad

 

Dina amparan sajadah
Abdi sumujud pasrah
Diri nu lamokot ku dosa
Nyanggakeun sadaya-daya

Dina amparan sajadah
Abdi sumujud pasrah
Mundut pangampura Gusti
Ya Allah Robbul Izzati

Taya deui panglumpatan
Taya deui pamuntangan
Mung Allah Pangeran Abdi
Pangeran anu sajati

 

Sebelum silaturahmi guru dilaksanakan  kegiatan Mushafahah dengan siswa siswi SMPN 9 Cimahi di bawah ini beberapa liputan kegiatan …  :)

Hal 0

Hal 1

 

Hal 2

Hal 4

Hal 3Hal 5

 

Hal 6

Hal 7

Hal 8

Hal 9

 

Hal 10

Hal 11

Pasingg Grade PPDB Kota Bandung Tahun 2013

Assalamualaikum Wr Wb

Untuk anak-anakku yang sudah lulus ujian tahun ini,selamat ya … :)  tentunya kalian memerlukan informasi Passing Grade SMAN Kota Bandung tahun lalu yaitu tahun 2013 … sebagai acuan,jangan terkecoh!!  … mudah-mudahan … lancar … untuk SMAN di kota Cimahi … belum ada mungkin diantara kalian … ada yang bisa tambahkan di bawah … Berbagi itu indah … :)

.

Tahun 2013/2014

NAMA SEKOLAH PASSING GRADE
SMANegeri 1 33.7
SMA Negeri 2 34.75
SMA Negeri 3 36.7
SMA Negeri 4 33.45
SMA Negeri 5 35.5
SMA Negeri 6 30.85
SMA Negeri 7 28.15
SMA Negeri 8 35.35
SMA Negeri 9 30.8
SMA Negeri 10 29.45
SMA Negeri 11 31.5
SMA Negeri 12 29.7
SMA Negeri 13 25.95
SMA Negeri 14 30.35
SMA Negeri 15 29.05
SMA Negeri 16 24.35
SMA Negeri 17 26.1
SMA Negeri 18 24.55
SMA Negeri 19 25.55
SMA Negeri 20 33.9
SMA Negeri 21 22.65
SMA Negeri 22 31
SMA Negeri 23 27.9
SMA Negeri 24 32.65
SMA Negeri 25 26.35
SMA Negeri 26 21.1
SMA Negeri 27 23.9
MA Negeri 1 20.6
MA Negeri 2 19.1

Tahun 2012/2013

NAMA SEKOLAH Passing Grade
SMA Negeri 3 39.1
SMA Negeri 5 38.9
SMA Negeri 8 38.2
SMA Negeri 2 37.9
SMA Negeri 24 37.65
SMA Negeri 20 37.5
SMA Negeri 1 37.35
SMA Negeri 4 37.25
SMA Negeri 11 37.15
SMA Negeri 14 37
SMA Negeri 22 37
SMA Negeri 10 36.9
SMA Negeri 9 36.85
SMA Negeri 12 36.85
SMA Negeri 23 36.7
SMA Negeri 7 36.6
SMA Negeri 6 36.55
SMA Negeri 15 36.15
SMA Negeri 13 36.05
SMA Negeri 19 36
SMA Negeri 25 36
SMA Negeri 16 35.7
SMA Negeri 17 35.6
SMA Negeri 21 35.25
SMA Negeri 26 35.2
SMA Negeri 18 34.9
SMA Negeri 27 34.4
MA Negeri 1 33.25
MA Negeri 2 32.3

.

Semoga  ini bermanfaat … :)

TTD Panitia PPDB SMPN 9 Cimahi …

 

Rapat Asesor di SMPN 9 Cimahi

Assalamualaikum Wr Wb

Sebagai asesor tentunya membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan penilaian kinerja guru, dalam melaksanakan penilaian, seorang tim asesor harus meneliti sejumlah dokumen yang merupakan portofolio dari guru.

Dalam  melakukan tugas ini tentu saja banyak  temuan kendala, dan kesulitan yang kami temui dilapangan.

Untuk keperluan itu maka pada hari Jum’at tgl 16 Mei 2014 dengan tujuan  lebih memantapkan hasil temuan dilapangan dan mencari solusi beberapa kesulitan yang mungkin ditemui, maka di SMPN 9 Cimahi kami mengadakan diskusi “Tim Asesor”, yang dipimpin oleh Pengawas Ibu Dra.Euis Eungguh Marlina dan Kepala Sekolah Drs.Agustia Daniswara,MM.

Asesor

Penilaian Kinerja Guru (PK guru) merupakan salah satu upaya dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan. Pelaksanaan PK guru dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya PK guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional,  karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang  bermutu.

Asesor 1

Tujuan PKG adalah, menghimpun informasi yang akurat tentang kinerja guru, menetapkan kategori kualitas kinerja berdasarkan strandar kinerja, menghimpun informasi sebagai dasar peningkatan mutu pembelajaran dan bimbingan. Meningkatkan penjaminan peserta didik memperoleh pelayanan belajar yang berkualitas, meningkatkan motivasi guru dalam rangka memperkuat komitmen untuk melaksanakan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara professional serta meningkatkan citra, harkat, martabat profesi guru, meningkatkan penghormatan dan kebanggaan terhadap guru.

Adapun manfaat PKG adalah, sebagai dasar pengambilan keputusan kepala sekolah untuk mengusulkan kenaikan pangkat, sebagai bahan kajian dan dasar pertimbangan dalam meningkatkan mutu kinerja guru secara berkelanjutan melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjuran (PKB). Sebagai dasar penyusunan kurikulum pelatihan serta sebagai bukti penjaminan bahwa guru memiliki motivasi kerja, kesadaran, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, dan komitmen pengabdian dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik.

Asesor 2

Perangkat Pelaksanaan PK Guru

Perangkat yang harus digunakan oleh penilai untuk melaksanakan  PK guru agar diperoleh hasil penilaian yang obyektif, akurat, tepat, valid, dan dapat dipertanggung-jawabkan adalah:

1)   Pedoman PK Guru

Pedoman PK guru mengatur tentang tata cara penilaian dan norma-norma yang harus ditaati oleh penilai, guru yang dinilai, serta unsur lain yang terlibat dalam proses penilaian.

2)   Instrumen penilaian kinerja

Instrumen penilaian kinerja yang relevan dengan tugas guru,berupa indikator-indikator yang berkaitan dengan tugas seorang guru.

3)   Laporan kendali kinerja guru

Hasil PK guru  untuk masing-masing individu guru (guru pembelajaran,  guru bimbingan dan konseling/konselor, maupun guru yang diberi tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah) kemudian direkap dalam format laporan kendali kinerja guru  (Lampiran 4). Pada format ini dicantumkan hasil PK guru formatif, sasaran nilai PK guru  yang akan dicapai setelah guru mengikuti proses PKB, dan hasil PK guru sumatif untuk beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, kinerja guru akan  dapat dipantau  dan dapat diarahkan dalam upaya peningkatan kinerja guru yang bersangkutan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.

Asesor 3

2.   Prosedur Pelaksanaan PK Guru  Dan Konversi Hasil Pk Guru Ke Angka Kredit

a.   Waktu dan Prosedur Pelaksanaan PK Guru

1)   Waktu Pelaksanaan

PK guru  dilakukan  sekurang-kurangnya  2 (dua) kali setahun, yaitu pada awal tahun ajaran dan akhir tahun ajaran.

a)    PK Guru Formatif

PK guru formatif digunakan untuk menyusun profil kinerja guru  dan harus dilaksanakan dalam kurun waktu 6 (enam) minggu di awal tahun ajaran. Berdasarkan profil kinerja guru ini dan hasil evaluasi diri yang dilakukan oleh guru secara mandiri, sekolah/madrasah menyusun rencana PKB.

b)    PK Guru Sumatif

PK guru sumatif digunakan untuk menetapkan perolahan angka kredit guru pada tahun tersebut. PK guru sumatif  juga  digunakan untuk menganalisis kemajuan yang dicapai guru dalam pelaksanaan PKB, baik  bagi guru yang nilainya  masih di bawah  standar,  telah mencapai  standar,  atau melebihi standar kompetensi yang ditetapkan.

2)   Prosedur Pelaksanaan

a)   Tahap Persiapan 

memahami Pedoman PK guru, memahami pernyataan kompetensi  guru  yang  telah  dijabarkan  dalam bentuk indikator kinerja; memahami penggunaan instrumen PK guru dan tata cara penilaian yang akan dilakukan, termasuk  cara  mencatat semua hasil pengamatan dan pemantauan, serta mengumpulkan dokumen dan bukti fisik lainnya  yang memperkuat hasil penilaian; dan   memberitahukan rencana pelaksanaan PK guru kepada guru yang akan dinilai sekaligus menentukan rentang waktu jadwal pelaksanaannya.

b)   Tahap Pelaksanaan

1) Sebelum Pengamatan : Pertemuan awal penilai dengan guru yang dinilai sebelum dilakukan pengamatan dilaksanakan tanpa ada  orang ketiga.

2)  Selama Pengamatan di kelas dan/atau di luar kelas, penilai wajib mencatat semua kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran atau pembimbingan, dan/atau dalam pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Dalam konteks ini, penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sesuai untuk masing-masing penilaian kinerja.

3)  Setelah Pengamatan  : Pada pertemuan setelah pengamatan pelaksanaan proses pembelajaran, pembimbingan,  atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah,  penilai dapat mengklarifikasi beberapa aspek tertentu yang masih diragukan.

c)   Tahap pemberian nilai 

1)  Penilaian:Pada tahap ini penilai menetapkan nilai untuk setiap kompetensi dengan skala nilai 1, 2, 3, atau 4. Sebelum pemberian nilai tersebut, penilai terlebih dahulu memberikan skor 0, 1, atau 2 pada masing-masing indikator untuk setiap kompetensi. Pemberian skor ini harus didasarkan kepada catatan hasil pengamatan dan pemantauan serta bukti-bukti berupa dokumen lain yang dikumpulkan selama proses PK guru.

2)  Pernyataan Keberatan terhadap Hasil Penilaian: Keputusan penilai terbuka untuk diverifikasi. Guru yang dinilai dapat mengajukan keberatan terhadap hasil penilaian tersebut. Keberatan disampaikan kepada Kepala Sekolah dan/atau Dinas Pendidikan, yang selanjutnya akan menunjuk seseorang yang tepat untuk bertindak sebagai moderator. Dalam hal ini moderator dapat mengulang pelaksanaan PK guru untuk kompetensi tertentu yang tidak disepakati atau mengulang penilaian kinerja secara menyeluruh.

3)   Tahap pelaporan

Setelah nilai PK guru formatif dan sumatif diperoleh, penilai wajib melaporkan hasil PK guru kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti hasil PK guru tersebut. Hasil PK guru formatif dilaporkan kepada kepala sekolah/koordinator PKB  sebagai masukan untuk merencanakan kegiatan PKB tahunan.  Hasil PK guru sumatif dilaporkan kepada tim penilai tingkat kabupaten/kota,  tingkat  provinsi, atau  tingkat  pusat sesuai dengan kewenangannya. Laporan PK Guru sumatif ini digunakan oleh tim penilai tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau pusat sebagai dasar  perhitungan dan penetapan angka kredit (PAK) tahunan  yang selanjutnya dipertimbangkan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru. Laporan mencakup: (1) Laporan dan evaluasi per kompetensi  sesuai format; (ii) Rekap hasil PK guru sesuai format; dan (iii) dokumen pendukung lainnya.

3.   Konversi Nilai Hasil PK Guru ke Angka Kredit

Nilai kinerja guru hasil PK guru perlu dikonversikan ke skala nilai menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Hasil konversi ini selanjutnya digunakan untuk  menetapkan sebutan hasil  PK guru dan persentase perolehan  angka kredit sesuai pangkat dan jabatan fungsional guru.  Sebelum melakukan pengkonversian hasil PK guru ke angka kredit, tim penilai harus melakukan verifikasi terhadap hasil PK guru. Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan dengan menggunakan berbagai dokumen (Hasil PK guru yang direkapitulasi dalam Format Rekap Hasil PK guru, catatan hasil pengamatan, studi dokumen, wawancara, dan sebagainya  yang ditulis dalam Format Laporan dan Evaluasi per kompetensi beserta dokumen pendukungnya) yang disampaikan oleh sekolah untuk pengusulan penetapan angka kredit. Jika diperlukan dan dimungkinkan, kegiatan verifikasi hasil PK guru dapat mencakup  kunjungan  ke sekolah/madrasah oleh tim penilai tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau pusat.

Catatan :

1. Asesor PKG

Yang berhak menjadi asesor itu adalah guru-guru yang sudah pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang penilaian kinerja guru.

2.   Proses Penilaian Kinerja Guru

Yang ditulis pada saat pencatatan adalah fakta-fakta

3.   Pelaporan

Laporan yang dibuat ada dua macam yaitu laporan penilaian formatif dan laporan penilaian sumatif. Laporan formatif menjadi dasar dalam penentuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru. Pelaporan sumatif sudah sampai kepada perolehan angka kredit guru dalam satu tahun.

Semoga apa yang kami laksanakan di SMPN 9 Cimahi dapat menjadi sebab terbentuknya guru yang professional dan Proses Belajar Mengajar yang diharapkan, sehingga pada akhirnya meningkatkan pendidikan di Indonesia … Aamiin

“Menguasai ilmu dan menerapkan dengan baik adalah langkah menuju kesempurnaan. Menerapkan ilmu pengetahuan atau informasi yang sebelumnya dipelajari dalam situasi baru pada pengalaman nyata merupakan tantangan belajar yang sesungguhnya.”

Asesor 4

Trash Games Go To School di SMPN 9 Cimahi

Assalamualaikum Wr Wb

Trash Game 2

Pada hari Kamis tgl 22 Mei 2014, SMPN 9 Cimahi mengadakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah yang diselenggarakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi.

Kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di SMPN 9 Cimahi tujuannya untuk mereduksi sampah sejak dari rumah tangga sehingga menekan volume sampah yang diangkut, juga menanamkan prilaku hidup bersih, kreatif dan bebas sampah.

Trash Game 3

Hal ini sejalan dengan program yang sedang dijalankan SMPN 9 Cimahi yaitu Cinta lingkungan,bersih, bebas dari sampah.

Sosialisasi digelar dalam bentuk permainan, sehingga siswa ikut antusias dalam mengikuti kegiatan. DKP Cimahi mengajak siswa berpartisipasi dalam permainan yang disebut ‘Trash Games Go To School’.

Trash Game 1

Semua rangkaian permainan dilakukan secara berkelompok. Sehingga, diterapkan prinsip bahwa memilah sampah harus dilakukan bersama-sama.

Dalam rangkaian permainan tersebut, DKP Cimahi bekerjasama dengan Kementrian Sosial RI untuk memandu permainan, petugas Patroli Kebersihan Bersepeda (PATIH) yang dibentuk DKP, komunitas pemuda dan masyarakat, termasuk menghadirkan band Cimahi, Band Jeprut dan Duta Kebersihan Kota Cimahi Kang Uci.

Trash Game 4

Guru – gurupun ikut mendukung jalannya kegiatan, selain sebagai pengawas kegiatan, beberapa guru ikut serta dalam kegiatan tersebut, sehingga siswapun semakin antusias dalam kegiatan tersebut apalagi dengan adanya Kang Uci yang mereka kenal dengan “Awas ada Sule”.

Trash Game 5

Kegiatan ini bertepatan dengan kedatangan tamu dari Singapura dalam acara “Kunjungan IKEA Singapura dan Save Children ke SMPN 9 Cimahi”.

Merekapun ikut meliput kegiatan yang interaktif tersebut.

Trash Game 6

.

Trash Game 7

Dengan adanya 2 kegiatan sekaligus piketpun melaksanakan tugasnya dengan tetap tersenyum … :)

Trash Game 8

.

Trash Game 9

K etika banyolan sedang berlangsung, gurupun ikut merespon dengan gembira … :)

Trash Game 10

Asessmen Pendidikan Inklusi di SMPN 9 Cimahi

Assalamualaikum Wr Wb

Pendidikan adalah hak setiap manusia, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus. Pendidikan bertujuan untuk memberikan bekal agar setiap insan memiliki masa depan dengan kualitas hidup yang baik, bagaimanapun bentuknya. Pendidikan seharusnya dapat dijangkau oleh setiap insan, tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, sosial, maupun ekonomi. Untuk itu tentunya perlu berbagai perubahan dalam sistem, agar terjadi pendidikan ideal bagi semua siswa.

Kesadaran akan semangat pemerataan pendidikan ini tampaknya sudah mulai tertanam di lingkungan Pendidikan, dan akan menjadi sempurna bila diikuti oleh pelaksanaan di lapangan secara tepat guna.

Ketidaktahuan pihak sekolah berkaitan pula dengan keberanian masing-masing sekolah untuk melakukan modifikasi demi tercapainya tujuan pendidikan yang berbeda bagi setiap siswa. Mengacu pada kebutuhan yang beragam, tentunya bijak menetapkan tujuan pendidikan yang beragam, agar kebutuhan tersebut terjawab. Sekolah yang berani  memberikan jawaban atas beragam kebutuhan, akan berani melakukan modifikasi pada kurikulum, sehingga anak tetap belajar efektif tanpa harus mengorbankan berbagai tahap perkembangan lainnya.

Siswa Inklusi

Peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosinal, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa perlu mendapakan layanan pendidikan  yang sesuai dengan kebutuhan dan hak asasinya.

Pembelajaran dalam Seting Inklusi

Pengorganisasian/penciptaan/pengaturan kondisi lingkungan yg sebaik-baiknya utk memungkinkan terjadinya peristiwa belajar pada peserta didik sesuai dengan kebutuhannya

Sekolah Inklusi

adalah sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar siswa-siswanya berhasil. Lebih dari itu, sekolah inklusi juga merupakan tempat setiap anak dapat diterima menjadi bagian dari kelas tersebut, dan saling membantu dengan guru dan teman sebayanya maupun anggota masyarakat lain agar kebutuhan individualnya dapat terpenuhi.

Berbicara mengenai pendidikan, pemerintah sudah mencanangkan agar semua sekolah memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk bergabung dalam bentuk pendidikan inklusi. Permasalahannya adalah, apakah kemudian penanganan berhenti pada masalah penerimaan saja? Tentu saja tidak. Agaknya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pencanangan aturan harus ditindaklanjuti dengan pelatihan kepada sumber daya manusia terkait, khususnya para guru di kelas. Pelatihan bukan saja mengenai bagaimana mengupayakan proses belajar mengajar yang optimal, tetapi bagaimana menjembatani masalah hambatan komunikasi, ataupun penanganan masalah perilaku yang mungkin saja terjadi di kelas. Para guru juga harus tahu bahwa masalah bullying merupakan masalah nyata dan serius, serta bahwa para siswa ini harus diberi bekal untuk berbaur dengan masyarakat, bukan sekedar memenuhi target belajar di kelas saja. Penggunaan alat bantu apa yang efektif agar siswa memahami konsep abstrak dengan baik, serta bagaimana memastikan ilmu yang diperoleh dapat digeneralisasikan di lingkungan kehidupan sekitar. Intinya, para guru harus belajar lagi.

Selain pelatihan keterampilan penanganan anak berkebutuhan khusus kepada para guru, penting juga memberikan pengertian kepada sekolah bahwa ada beberapa jenis inklusi. Tidak semua siswa dapat menjalani sistim ‘full inclusion’, dan untuk itu ada baiknya mempertimbangkan penanganan sistim ‘partial inclusion’ maupun ‘social mainstream’.. Fakta di lapangan membuktikan bahwa pihak sekolah belum semua paham mengenai adanya berbagai konsep inklusi tersebut, sehingga juga tidak paham bahwa kebutuhan siswa yang beragam dapat terjawab oleh jenis pelayanan yang berbeda pula. (Dra. Dyah Puspita, MSi – psikolog)

Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus di SMPN 9 Cimahi

Kerangka Prosedur Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

  1. Identifikasi Peserta Didik dengan Assesmen
  2. Program Pembelajaran Individual
  3. Dokumen KompetensiPend Inklusi 3

Identifikasi Peserta Didik dengan Assesmen

Untuk mengetahui jenis anak berkebutuhan khusus ini maka kita memerlukan alat/kegiatan, sehingga kita mendapatkan catatan/data. pengumpulan informasi kondisi peserta didik; analisis kebutuhan  (kompetensi dasar dan kemampuan PDBK)

Tujuannya untuk mengetahui : Kemampuan, Hambatan, Bakat  dan, Minat, Kebutuhan peserta didik sehingga dapat menyusun kurikulum dan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Program Pembelajaran Individual

Setelah diketahui jenis ABK siswa, maka mengupayakan jenis penanganan terhadap anak tersebut, sehingga dapat mempunyai bekal untuk pelaksanaan pembelajaran, seperti : Bagaimana dengan para siswa yang tidak mampu bicara, meski mampu berkomunikasi dan memiliki kecerdasan rata-rata? Bagaimana dengan para siswa yang memiliki gangguan sensoris sehingga tidak dapat menjalani pendidikan di sekolah karena terganggu oleh bisingnya suara siswa lain? dsb.Proses pembelajaran berkaitan dengan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh peserta didik, guru dan komponen lainnya, supaya dapat menguasai kompetensi yang diharapkan (PBM).

Dokumen Kompetensi

Kemampuan awal siswa, proses pembelajaran dan hasil pembelajaran di dokumentasikan oleh wali kelas, juga BP/BK.

  • Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkan.
  • Proses evaluasi berkaitan dengan lima hal:

–     Waktu, Isi, Cara, Tempat dan Alat artinya evaluasi dimodifikasi sesuai dengan jenis ABK

Untuk kelancaran hal tersebut maka pada hari Rabu, 14 Mei 2014 di SMPN 9 Cimahi, kami mengundang/bekerja sama dengan pakar pendidikan inklusi dari UPI untuk mengadakan Assesmen pada anak berkebutuhan khusus.

Dalam penanganan siswa tersebut maka guru perlu mendapat pelatihan/melihat proses Asesmen, adapun yang mendapat kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut, Wali kelas dan guru pengajar anak ABK didampingi oleh wakasek kurikulum dan BP/BK.

Pend Inklusi 1

Peserta yang hadir saat itu :

Pakar Pendidikan Inklusi dari UPI,

Dra Sri Rahayu,MM (Wakasek Kurikulum)

Siti Ummi Khotimah,SPd (Koordinator BK)

Dini Huriani,SPd (BP/BK)

Dra Hj Eutik Unangsih

Wiwi Sriwidiawati,SPd

Rosdiyani,SPd

Lilis Kurniasih,SPd

Dra Siti Warindah

Elly Mariam,SPd

Rina Wulansari,SPd

An An Supriani,SPd

Darsih,SAg

Dra Sri Astuti

Sri Widayati,SPd

M.Nurhadimas,Indra Anugrah Rokandi,Muhammad Rizal Faturrohman,Sandy Fadian Fadhilah,Herdhiana Risnandi.

Foto Kegiatan Asessmen Pendidikan Inklusif SMPN 9 Cimahi

Pend Inklusi 6

.

Pend Inklusi 4

 

.

Pend Inklusi 5

 

.

Pend Inklusi 2

Pendidikan Inklusif

Landasan filosofis utama penerapan pendidikan inklusif di Indonesia adalah Pancasila yang merupakan lima pilar sekaligus cita-cita yang didirikan atas fondasi yang lebih mendasar lagi, yang disebut Bhineka Tunggal Ika (Mulyono Abdulrahman, 2003). Filsafat ini sebagai wujud pengakuan kebhinekaan manusia, baik kebhinnekaan vertical maupun horizontal, yang mengemban misi tunggal sebagai makhlukAllah SWT. Kebhinekaan vertikal ditandai dengan perbedaan kecerdasan, kekuatan fisik, kemampuan finansial, kepangkatan, kemampuan pengendalian diri, dsb. Sedangkan kebhinekaan horisontal diwarnai dengan perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, budaya, agama, tempat tinggal, daerah, afiliasi politik, dsb.

Di dalam diri individu berkelainan pastilah dapat ditemukan keunggulan-keunggulan tertentu, sebaliknya di dalam diri individu berbakat pasti terdapat juga kecacatan tertentu, karena tidak hanya makhluk di bumi ini yang diciptakan sempurna. Kecacatan dan keunggulan tidak memisahkan peserta didik satu dengan lainnya, seperti halnya perbedaan suku, bahasa, budaya, atau agama. Hal ini harus diwujudkan dalam sistem pendidikan.

Sistem pendidikan harus memungkinkan terjadinya pergaulan dan interaksi antar siswa yang beragam, sehingga mendorong sikap silih asah, silih asih, dan silih asuh dengan semangat toleransi seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari. Landasan yuridis internasional penerapan pendidikan inklusif adalah Deklarasi Salamanca (UNESCO, 1994) oleh para menteri pendidikan se-dunia. Deklarasi ini sebenarnya penegasan kembali atas Deklarasi PBB tentang HAM tahun 1948 dan berbagai deklarasi lajutan yang berujung pada Peraturan Standar PBB tahun 1993 tentang kesempatan yang sama bagi individu berkelainan memperoleh pendidikan sebagai bagian integral dari system pendidikan yang ada. Deklarasi Salamanca menekankan bahwa selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka.

Sebagai bagian dari umat manusia yang mempunyai tata pergaulan internasional, Indonesia tidak dapat begitu saja mengabaikan deklarasi UNESCO tersebut di atas. Di Indonesia, penerapan pendidikan inklusif dijamin oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dalam penjelasannya menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik berkelainan atau memiliki kecerdasan luar biasa diselenggarakan secara inklusif atau berupa sekolah khusus. Teknis penyelenggaraannya tentunya akan diatur dalam bentuk peraturan.

Landasan Pedagogis pada pasal 3 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003, disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Jadi, melalui pendidikan, peserta didik berkelainan dibentuk menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, yaitu individu yang mampu menghargai perbedaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. Pendidikan inklusi sesungguhnya bersifat fleksibel karena harus dikorelasikan dengan suatu keadaan. (edukasi kompasiana)

Tujuan penyelenggaraan pendidikan inklusi adalah :

1. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya;

2. mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik.

Istilah anak berkebutuhan khusus tersebut bukan berarti menggantikan istilah anak penyandang cacat atau anak luar biasa tetapi memiliki cara pandang yang lebih luas dan positif terhadap anak didik atau anak yang memiliki kebutuhan yang beragam.

Pendidikan inklusi yang menghargai semua siswa dengan keunikan mereka masing-masing masih belum banyak dipahami dan dijalankan oleh pemerintah maupun sekolah.

Pendidikan inklusi   memberikan berbagai kegiatan dan pengalaman, sehingga semua siswa dapat berpartisipasi dan berhasil dalam kelas reguler yang ada di sekolah tetangga atau sekolah terdekat. Dengan demikian kehadiran pendidikan inklusi   berpotensi mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi setiap anak dengan segala keragamannya, terutama anak berkebutuhan khusus.

Pendidikan inklusi   adalah sebuah proses pendidikan bagi semua anak. Hal ini melibatkan semua anak tanpa menghiraukan bagaimana kondisi siswa. Sehingga, penyesuaian pendidikan harus dirancang berdasarkan pada kebutuhan khusus dari semua anak. Pendidikan inklusi   mengandung konsekuensi bahwa dibutuhkan adanya perubahan di sekolah maupun di lembaga pendidikan lainnya.

Pertama, perubahan harus ditekankan lebih pada pengembangan kesadaran sosial, termasuk di dalamnya pengembangan kontak dan komunikasi di antara siswa.

Kedua, penyesuaian dari isi pembelajaran. dalam rangka menciptakan pendidikan yang lebih bermakna bagi setiap pribadi siswa mesti dilakukan secara baik.

Penyebab ABK

Penyebab seorang anak mengalami keterbelakangan mental ini disebabkan beberapa hal. Antara lain dari dalam dan dari luar. Jika dari dalam adalah karena faktor keturunan. Sedangkan dari luar memiliki banyak penyebab. Satu di antaranya karena kurangnya gizi ibu saat hamil. Ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang tidak menjaga pola makan yang sehat, keracunan atau efek substansi. Hal tersebut bisa memicu kerusakan pada plasma inti, kerusakan pada otak waktu kelahiran.

Karakteristik ABK

Setiap anak berkebutuhan khusus tentu memiliki karakteristik sendiri-sendiri, bahkan sesama jenis kelainan pun pada dasarnya memiliki karakteristik yang berbeda. Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik (ciri-ciri) tertentu yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk keperluan identifikasi, di bawah ini akan disebutkan ciri-ciri yang menonjol dari masing-masing jenis anak berkebutuhan khusus tersebut.

a. Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan

  1. Tidak mampu melihat,
  2. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter,
  3. Kerusakan nyata pada kedua bola mata,
  4. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan,
  5. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya,
  6. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering,
  7. Peradangan hebat pada kedua bola mata,
  8. Mata bergoyang terus.

b. Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran

  1. Tidak mampu mendengar,
  2. Terlambat perkembangan bahasa,
  3. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,
  4. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara,
  5. Ucapan kata tidak jelas,
  6. Kualitas suara aneh/monoton,
  7. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar,
  8. Banyak perhatian terhadap getaran,
  9. Keluar nanah dari kedua telinga,
  10. Terdapat kelainan organis telinga.

c. Tunadaksa/anak yang mengalami kelainan angota tubuh/gerakan

  1. Anggauta gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh,
  2. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali),
  3. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa,
  4. Terdapat cacat pada alat gerak,
  5. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam,
  6. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal,
  7. Hiperaktif/tidak dapat tenang.

d. Anak Berbakat/anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa

  1. Membaca pada usia lebih muda,
  2. Membaca lebih cepat dan lebih banyak,
  3. Memiliki perbendaharaan kata yang luas,
  4. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat,
  5. Mempunayi minat yang luas, juga terhadap masalah orang dewasa,
  6. Mempunyai inisiatif dan dapat berkeja sendiri,
  7. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal,
  8. Inisiasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
  9. Memberi jawaban-jawaban yang baik,
  10. Dapat memberikan banyak gagasan,
  11. Luwes dalam berpikir,
  12. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan,
  13. Mempunyai pengamatan yang tajam,
  14. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang diminati,
  15. Berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri,
  16. Senang mencoba hal-hal baru,
  17. Mempunyai daya abstraksi, konseptualisasi, dan sintesis yang tinggi,
  18. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan-pemecahan masalah,
  19. Cepat menangkap hubungan sebabakibat,
  20. Berperilaku terarah pada tujuan,
  21. Mempunyai daya imajinasi yang kuat,
  22. Mempunyai banyak kegemaran (hobi),
  23. Mempunyai daya ingat yang kuat,
  24. Tidak cepat puas dengan prestasinya,
  25. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi),
  26. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan.

e. Anak Tunagrahita

  1. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar,
  2. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia,
  3. Perkembangan bicara/bahasa terlambat,
  4. Tidak ada/kurang sekalai perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong),
  5. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali),
  6. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler).

f. Anak lamban belajar (slow learner)

  1. Rata-rata prestasi belajarnya kurang dari 6,
  2. Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibanding-kan teman-teman seusianya,
  3. Daya tangkap terhadap pelajaran lambat,
  4. Pernah tidak naik kelas.

g. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik 

  •  Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia)
  1. Perkembangan kemampuan membaca terlambat,
  2. Kemampuan memahami isi bacaan rendah,
  3. Kalau membaca sering banyak kesalahan
  • Anak yang mengalami kesulitan belajar menulis (disgrafia)
  1. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai,
  2. Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,
  3. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,
  4. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang,
  5. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
  • Anak yang mengalami kesulitan belajar berhitung (diskalkulia)
  1. Sulit membedakan tanda-tanda: +, -, x, :, >, <, =
  2. Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan,
  3. Sering salah membilang dengan urut,
  4. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6; 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya,
  5. Sulit membedakan bangun-bangun geometri.

h. Anak yang mengalami autisme

  1. Tidak memiliki bahasa pada umumnya (bahasa planit).
  2. Mudah marah, mudah tertawa dalam satu waktu yang bersamaan (tantrum).
  3. Sulit menangkap isi pembicaraan orang lain,
  4. Tidak lancar dalam berbicaraan/mengemukakan ide,
  5. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,

i. Tunalaras/anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku

  1. Bersikap membangkang,
  2. Mudah terangsang emosinya,
  3. Sering melakukan tindakan aggresif,
  4. Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum.

Tips :

  • Mulailah berfikir dari hal yang dapat dilakukan anak
  • Mulailah bekerja dengan anak dari apa yang dapat dilakukan anak
  • Mulailah berfikir kreatif untuk mengaitkan apa yang dapat dilakukan anak dengan apa yang harus dipelajari oleh anak

 

“Guru Sejati Melayani Anak”

“Mereka yang benar benar bahagia adalah mereka yang telah berupaya mencari dan menemukan bagaimana caranya melayani”

 

Alamat Website SMAN/SMKN di Kota Cimahi

Assalamualaikum … Wr Wb

Untuk anak2ku yang telah lulus SMP  selamat ya … :) ada hal yang harus diketahui …

PPDB pada tahun pelajaran 2014/2015

Untuk pendaftaran ke SMP, SMA dan SMK Negeri menyelenggarakan PPDB secara Online untuk lebih jelasnya … dengan mengunjungi alamat website : cimahi.siap-ppdb.com.

Untuk alur pendaftaran ke SMAN di Cimahi maka kunjungi website

http://cimahi.siap-ppdb.com/#!/030001/alur

Untuk alur pendaftaran ke SMKN di Cimahi maka kunjungi website

http://cimahi.siap-ppdb.com/#!/0400

Selain hal di atas tentunya kalian memerlukan informasi … ,  di sini ada beberapa sekolah dengan alamat Website nya  …

Semoga bermanfaat …

 

SMKN 1 Cimahi (STM Pembangunan)

http://ppdb.smkn1-cmi.sch.id/beranda

PPDB : http://ppdb.smkn1-cmi.sch.id/beranda

Alamat  :   Jln Leuwi Gajah/Maharmartanegara

 

SMAN 1 Cimahi

http://www.kesekolah.com/direktori/sekolah/sman-1-cimahi-jawa-barat.html

Alamat    Jl. Pacinan No. 22A, Cimahi

 

SMAN 2 Cimahi

http://smandaci.siap-sekolah.com/sekolah-profil/

PPDB : http://ppdb.smandaci.sch.id/

Alamat  :   Jln KPAD Sriwijaya

 

SMAN 3 Cimahi

http://www.sman3cmi.sch.id/html/index.php

Alamat  :   J. Pasantren No. 161, Cibabat, Cimahi

 

SMAN 4 Cimahi

http://sman4cimahi.wordpress.com/2011/01/10/web-site-sma-negeri-4-cimahi/

Alamat    JL. Kihapit Barat No.  323, Leuwigajah, Cimahi

 

SMAN 5 Cimahi

http://www.sman5cimahi.sch.id/

PPDB : http://www.sman5cimahi.sch.id/psb-online

Alamat  :   Jln Gatot Subroto No 39

 

SMAN 6 Cimahi

http://sman6cimahi.sch.id/index.php?start=10

PPDB : http://sman6cimahi.sch.id/index.php/component/content/article/34-tentangsekolah/87-pengumuman-ppdb.html

Alamat  :   JL. Melong Raya NO. 172

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.